Sabtu, 26 November 2016

Adab pergaulan dalam Islam

Setiap manusia yang ada di dunia ini pasti dan akan sangat membutukan sosialisasi sesama manusia. Karena manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, seperti yang dituliskan pada Al-Quran Surat Al-Hujurat ayat 13:
Artinya; “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat:13)
            Bergaul adalah salah satu cara yang dilakukan manusia untuk bersosialisasi dengan sesama manusia dan bergaul sudah menjadi suatu kebutuhan bagi setiap manusia. Karena pada hakikatnya manusia tidak dapat hidup sendiri, walaupun manusia itu sendiri diciptakan berbeda-beda. Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita. Anggaplah itu merupakan hal yang wajar, sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar dan adil. Karena bisa jadi sesuatu yang tadinya kecil, tetapi karena salah menyikapi, akan menjadi hal yang besar. Itulah perbedaan. Tak ada yang dapat membedakan kita dengan orang lain, kecuali karena ketakwaannya kepada Allah.
Berikut ini merupakan 3 kunci utama / prinsip dalam bergaul dengan sesama manusia, terutama bagi sesama muslim, yaitu:

1.Ta’aruf (saling mengenal)
Ta’aruf atau saling mengenal merupakan kunci yang paling utama dalam bergaul. Dengan  ta’aruf kita dapat mengenal sifat, kesukuan, agama, kegemaran, karakter, dan semua ciri khas pada diri seseorang.

2. Tafahum (saling memahami)
Tafahum atau saling mengenal merupakan kunci kedua yang harus diperhatikan. Karena dengan mengenal secara lebih dalam seseorang, maka kita akan mengetahui segal hal apa saja  yang disukai atau yang tidak disukai. Dan hal tersebut dapat membantu kita untuk mengetahui bagaiman kita harus bersikap. Selain itu, dapat membantu kita untuk membedakan mana teman yang baik dan mana teman yang kurang baik.

3. Ta’awun (saling menolong)
Ta’awun atau rasa saling menolong merupakan hal yang akan menumbuhkan rasa cinta antar sesama teman. Bahkan Islam sangat menganjurkan kepada ummatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa.
Dari ketiga kunci utama / prinsip dalam bergaul di atas dapat dijabarkan sebagai berikut;

1. Bersangka baik (husnudz-dzan)  dan hindari bersangka buruk (su’udz-dzan)  kerana bisa  menjadi  benih permusuhan
2. Murah senyum dan sebarkan salam terhadap siapapun tidak terbatas pada orang yang kita kenal saja.
3. Lahirkan simpati dan empati misalnya turut berdukacita dengan musibah yang menimpakawan kita dan  ikut merasakan kesedihan mereka..
4. Bersifat  kasih sayang, saling membantu dan berbagi.
5. Berusaha untuk selalu ingat   nama semua kawan kita, dengan begitu mereka sudah merasa dihargai.
6. Bersikap baik bila berbicara dan berhadapan dengan semua kawan kita dan semua orang.
7. Minta maaf apabila kita berbuat salah kepada mereka dan juga bersedia  memaafkan mereka dengan lapang dada apabila mereka melakukan kesalahan kepada kita..
8. Selalu tepati janji dan jangan melakukan kebohongan, dengan begitu mereka akan selalu mempercayai kita.
9. Jangan lupa untuk mendoakan semua kawan kita agar senantiasa diberikan rahmat,  hidayah dan dalam lindungan Allah.
10. Menghargai dan jangan menyakiti hati orang lain.
11. Bercanda / gurauan sekedarnya saja jangan melampau batas.

Bercanda / gurauan  memang hal yang dibutuhkan dalam pergaulan untuk mengakrabkan dirisatu sama lain. Dalam bercanda harus lihat situasi seseorang saat kita ingin bercanda. Jika orang tersebut sedang mengalami kesulitan, sepantasnya kita menghiburnya agar tersenyum dan tertawa.

12. Jangan sombong dan meremehkan orang lain
13. Jangan berkata kasar dan mengejek orang lain sekalipun bergurau.
14. Jangan memperlihatkan wajah cemberut dan masam kepada orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar